Ticker

6/recent/ticker-posts

Dialog Kebangsaan: Pancasila dalam Kurikulum|BPIP-Gen Indonesia

 Gardanews.my.id, Pancasila berperan penting dalam pembentukan karakter dan kepribadian siswa. Dalam peringatan Hari Pendidikan Nasional yang jatuh setiap tanggal 2 Mei, Gen Indonesia menggelar Bincang Kebangsaan bertema Pancasila dalam Kurikulum. 

Simak selengkapnya..!


Dialog Kebangsaan bertajuk PANCASILA DALAM KURIKULUM yang diadakan pada,
Senin, 3 Mei 2021 Pukul 13.00-15.00 WIB ini menampilkan :
Keynote Speaker
Rikard Bagun
Anggota Dewan Pengarah BPIP

Dengan Narasumber :
1. Hetifah Sjaifudian/  Wakil Ketua Komisi X
2.Anwar Hafid / Anggota Komisi II
3.Anindito Aditomo, S.Psi., M.Phil., Ph.D.
Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbudristek
4. Dr. Muhammad Sabri, M.A/ Direktur Pengkajian Materi BPIP
5.Angkie Yudistia / Staf Khusus Presiden RI
6. Agus Wahyudi Ph.D / Kepala Pusat Studi Pancasila UGM
7. Dr. Mufarrihul Hazin, S.Pd.I., M.Pd/  Sekjen Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU )
8. Komar Kasman / Koordinator Program Pelatihan Cahaya Guru
9. Daniel Rudi / Filmmaker

Adapun pemandu acara atau MODERATOR, yaitu : 
Fristian Griec / Sekjen Gen Indonesia / Host "Forum Fristian" TVRI

Catatan :
Dalam dialog kebangsaan menyoal materi PPKn dalam Kurikulum. Penulis merangkum sejumlah pembicara, yaitu : 
Rikard Bagun, anggota pengarah bpip memberikan keynote penting, yaitu Pancasila adalah sesuatu yang hidup bukan mati, karena itu PPkn berperan menggerakkan aspek afektif, kognitif dan motorik siswa untuk membangun karakter dan nation building, maka pendidikan pancasila sekarang ini sangat diperlukan sebagai nilai penyeimbang dan penuntun, apalagi di zaman milenial ini, terlebih pada era digital, di mana era ini di satu sisi bermanfaat yaitu menyampaikan sesuatu secara massif dan serba cepat, namun disisi lain dapat disalah gunakan untuk menggerakkan hoax, fake news hingga terjadi orientasi dan pembentukan opini sesat. Padahal seperti kata bung karno pancasila ini bukan hanya berusia puluhan tahun, tapi ratusan tahun lalu ia sudah hidup di relung hidup bangsa di nusantara. Maka para pendidik kudu pandai  menyerap hakikat nilai pancasila lebih dulu untuk kemudian disemai di kehidupan aktual siswa didik.
Kendala penerapan : 
Menurutnya kendala ppkn adalah materi fokus pada hapalan, yang idealnya pengajar jangan hanya fokus menekankan memorize, memang menghapal penting, tp yg terpenting dan urgen adalah dialog bkn monolog dua sisi yang melahirkan dialektika pemikiran, ada sintesa-anti tesa agar pemikiran berkembang.
Di sekolah kita diajarkan menyembah Tuhan, tapi kenyataan ada kesenjangan antara apa yg diajarkan dg yg dikerjakan dlm realita. Pdhal ideologi spt pancasila harus praksis(praktek+teori), harus seimbang. teori tanpa praktek hanya imajinasi. Praktek tanpa teori non sense. 
Ia pun membagi tiga Tujuan pembelajaran PPKn:
1. Sebagai pedoman bernegara 
2. Menjawab tantangan zaman
3  menemukan jatidiri bahwa disana ada semangat lima sila yang merupakan warisan mutiara berharga bangsa
Bahwa pancasila pedoman hidup kita dalam bernegara
Artinya ia menganggap perlu masuknya ppkn dalam materi kurikulum, sebab pada 2003 sempat tidak masuk dalam uu.
Hetifah Sjaifudian/  Wakil Ketua Komisi X: semua sepakat bahwa kurikulum bersifat karakter dan mengasah budi, adalah suatu yang harus ditekankan. senada dengan dua pembicara sebelumnya yang menyatakan bahwa nilai pancasila bukan hanya sebatas pelajaran-kurikulum, namun seluruh pedagogi, karena dalam kenyataannya banyak siswa yang belum menerapkan pancasila dalam kehidupan sehari hari. "Dan yang kita ingin nilai nilai pancasila itu bukan hanya diajarkan, tapi juga ditanamkan," ujarnya. Kami semua di komisi X sepakat, pancasila harus dimasukkan dalam kurikulum. Sebab itu kami menunggu draft dari kemendikbud ristek untuk merevisi uu 57 th 2021, dan sama sama menelurkan turunan uu tersebut.
 perubahan paradigma pertimbangan para guru mudah"an bukan hanya memberi pelajaran, tapi bisa menjadi teladan.

Selanjutnya Komar Kasman / Koordinator Program Pelatihan Cahaya Guru al-izhar, mengatakan pancasila sebagai titik temu, pancasila asal usul jatidiri kita. Karakter khas yang membedakan dg bangsa lain. Ia menambahkan sejak th 2010, ycg menyemai konsep keberagaman, belajar dari kasus yg lalu bahwa semua harus dikelola dengan matang. Jangankan mengelola 300jt warga, mengelola keluarga saja bisa pecahkongsi. Menurutnya ada 3 k(keberagaman,kebangsaan, kemanusiaan),  berbicara ttg guru, "guru itu punya peran strategis." Ujarnya. 
"Yg jd pertanyaan bkn bgmna cara mengajarkan pancasila, tp bgmna menginternalisasikan nilai ke dalam laku hidup sehari hari. Sbb itu tdk perlu menjadi perdebatan masuk tidaknya pancasila dalam kurikulum." Tandasnya.

Senada dengan pembicara tadi, Angkie yudistia: stafsus presiden urusan milenial mengatakan : "beda zaman beda metode pengajaran. Ppkn perlu disesuaikan dengan Generasi muda milenial, berdasarkan umur, minat,  kearifan lokal, ibukota beda dengan daerah. Sehingga pada akhirnya bs menerapkan nilai pancasila." Ujarnya.

"Membumikan nilai pancasila perlu role model, contoh teladan mereka siapa? Ing ngarso sung tulodho". Lanjutnya.

Stafsus presiden ini menyampaikan pesan presiden RI Dalam momen hari anak sedunia, presiden sebut pentingnya nilai pancasila dikenalkan sedini mungkin agar punya karakter karakter, toleran, saling peduli dan harus menjadi nilai karakter. Semua itu harus disampaikan dg cara anak. Dapat juga dilakukan dg permainan. Kreatif edukatif mengandung nilai pancasila. Olahraga dg konsep kekinian, dengan mengajarkan sportivitas ,gotong royang, solidartias dsb. 

Setidaknya ada 3 hal yang bisa disampaikan oleh Angkie sesuai arahan presiden, yaitu : 
1. Pancasila yang aplikatif terhadap kehidupan sehari hari. Seperti apa maksudnya? Nilai nilai Pancasila harus menjadi pemahaman yang utuh bagi generasi muda. Bagi milenial ini paham sekali, sebab mereka generasi Z susah sekali untuk disuruh hapalan, karena mereka adaptif banget, beda dengan generasi 90-an ke atas yang lebih banyak hapalan , beda jauh sekali. Jadi bagaimna caranya pendidikan itu dapat adaptif dengan generasi Z termasuk bagaimana mendiseminasikan pendidikan pancasila di dalam kegiatan belajar siswa dan mahasiswa. Maka itu harus diterapkan secara aplikatif dengan dua kegiatan, baik intrakurikuler(penyampaian yang atraktif) maupun ekstra kurikuler(akomodatif terhadap minat dan kebutuhan) karena genarasi tiap generasi berbeda minat dan kebutuhan. Nah nilai nilai pancasila dapat divisualisasikan secara atraktif bagi peserta didik berdasarkan minat, umur,  kearifan lokal dan berbagai faktor lainnya. Karna melihat indonesia ini juga luas, kearifan lokalnya itu berbeda beda. Di desa beebeda dengan di kota. Kita sebagai pemangku kepentingan juga harus memahami substansi nilai nilai pancasila, sehingga bisa diaplikasikan produk yang mengikuti perkembangan zaman. Sehingga generasi muda lebih mudah memahami nilai nilai pancasila tanpa harus menghapal, karna lebih mudah dan adaptif. 

 2. Membumikan nilai nilai pancasila. Membumikan nilai pancasila untuk pembentukan karakter bangsa Ini dilakukan melalui role model atau teladan atau figur yang menjadi contoh bangsa indonesia. Anak muda ini bukan gak tahu sejarah, itu sudah jauh di belakang dan mereka mungkin abai mempelajarinya. Mereka ga kenal dengan figur terdahulu, sebab figur mereka yaitu apa yang adandi hadapannya, yang ditonton di gadgetnya melalui youtube, tiktok, fesbuk, ig, dsb. Mereka jauh beda dengan masa kita dulu yang tau sejarah, karena dalam pemahamannya apa yang dilihatnya saja.

3. Arahan bapak presiden tentang pancasila sebagai ideologi bangsa pada Peringatan Hari Anak Nasional 20 november 2020, presiden menyampaikan hari anak nasional ini kita jadikan momentum untuk memperkenalkan khasanah budaya bangsa indonesia. Memperkenalkan pancasila pada anak anak kita sedini mungkin melalui dunia anak dan dunia bermain. Dalam peringatan tersebut beliau mengingatkan pentingnya ideologi bangsa pancasila dikenalkan sedini mungkin. Hal itu agar menciptakan anak muda yang menghargai perbedaan dan toleransi Jadi ideologi bangsa agar ditanamkan pada anak sedini mungkin. Anak anak kita harus berakhlak baik, memiliki sopan santun dan mau menghargai pendapat orang lain, bersaudara dalam berbeda agama, berbeda suku dan golongan, saling tolong menolong, penuh toleransi, dan saling peduli.
Selanjutnya presiden mengatakan, maka 
hendaklah nilai nilai itu harus menjadi karakter anak, menjadi perilaku sehari hari anak. "Nilai pancasila jangan hanya disampaikan melalui pelajaran saja, melainkan harus ditanamkan pada pikiran, hati, dan harus disampaikan dengan cara anak. Dan hal ini bisa dilakukan melalui permainan. Menurut presiden permainan bisa dikembangkan melalui cara yang kreatif dan edukatif, mengandung nilai pancasila melalui cara yang menyenangkan. Presiden juga mengapresiasi dan menyambut baik inisiasi BPIP yaitu menghadirkan pelajaran olahraga dengan konsep kekinian. Membangun jiwa toleransi, jiwa gotong royong, jiwa persaudaraan, dan solidaritas. Jadi beliau berharap jenis jenis permainan seperti ini dapat dikembangkan lebih luas di lembaga lembaga pendidikan untuk mempopulerkan pancasila di kalangan anak anak sedini mungkin. Kemudian presiden mengatakan: "penanaman nilai nilai pancasila sejak dini pada pewaris negeri ini akan melahirkan generasi penerus yang memiliki kepedulian, empati yang menghormari keberagaman bangsa sebagai jatidiri bangsa yang melahirkan anak muda yang mencintai indonesia dengan sepenuh hatinya dan menghormati tatanan hukum, hormat menghormati dan menjaga pancasila sebagai pedoman berbangsa dan bernegara. Jadi generasi milenial ini gapnya tinggi sekali, Jadi kesimpulannya adalah bagaimana  menyesuaikan kurikulum ini sesuai kebutuhan dari masing masing generasi. Intinya merancang metodologi dan  Memberikan warna yang tepat untuk bisa mendekati saat ini dengan karakter khususnya.

Pembicara lainnya,  Agus Wahyudi Ph.D / Kepala Pusat Studi Pancasila UGM, mengatakan bahwa bicara  penalaran moral berhubungan dengan bertindak secara moral, ia mencontohkan, "kalau remaja kita nakal maka moral belum matang." Ujarnya. Ia berbicara ttg kematangan moral remaja kita. Ia juga menyinggung, Pancasila jelas bisa digunakan dua kebutuhan, otoriterianisme dan positif demokratis. Bagaiman mengukur standar kematangan moral anak didik bs dijelaskan pada pendidikan karakter. Hasil dari pembelajaran pancasila di sini, minimal ada integritas tanggung jawab, di indonesia jika kehilangan dompet bisa dikembalikan, hal beda mungkin terjadi dengan negara lain.

Pancasila dan teori filsuf barat.
Berikutnya Drs H Anwar Hafiz Msi : Jika ada istilah membumikan pancasila itu bkn berarti pancasila berasal dari langit. Tp ia harus hadir di seluruh lembaga di indonesia. Ia memang berasal dari gagasan bumi dan melangit karena sangat sakral.
Kalau bpip adalah fasilitator maka bpip harus dikuatkan dari segi kelembagaan. Bgmna membumikan pancasila jika anggaran pembinaan ini sedikit. 
Kenapa ppkn harus ada di kurikulum? Sebab nanti ada yang menerapkan dan ada yang tidak. Tidak seragam. Yang terpentng alasan pijak regulasi pijakan hukum agar seragam dan tiada alasan bagi setiap lembaga untuk tidak menerapkannya.
Sementara acara dipandu langsung oleh Fristian Griec-Sekjen Gen Indonesia yang juga kontributor tvri, ia bertanya kepada Muhammad Sabri : kira kira bagaimana jika bpip menjadi sebuah kementrian? Dijawab Nilai nilai langit yang dibumikan sebagai adalah sebuah grundslaht atau pondamen. Proses pembumian adalah kebudayaan, penanaman nilai nilai luhur teecakup dalam 5 sila.. oleh karena itu kami di bpip kami pakai teori peradaban toynbee teori pancaran, pancasila adalah spiritualitas bangsa yang menyinari segala bangunan beenegara..
Dalam konteks ini bpip telah rampung melakukan penyusunan bahan ajar. Per 1 juli bpip meluncurkan bahan ajar yang bukan bersifat hafalan tapi berupa praktik. Ini yg ditekankan.

Adapun Daniel Rudi seorang filmmaker korea melihat pancasila dari kacamata korsel. Ia selalu mengedepankan hal yang menyenangkan bukan menyorot komunisme di korut yang menegangkan. Maka mereka menciptakan budaya k-pop yaitu untuk menghilangkan kerenggangan dengan saudaranya korut. Dari kacamata film dokumenter ini saya ingin ambil pendapat sukarno, bahwa pancasila ini adalah investasi peradaban. The give principle adalah hasil investasi yang disarikan dari nilai kebudayaan dan khasanah warisan indonesia.
Ke depannya ia ingin pancasila menjadi konten konten global. Head konten development documenter indonesia.

Sementara, Anindito Aditomo Kepala Balitbang dan Perbukuan Kemendikbudristek mengatakan : semua sepakat ppkn harus masuk dalam kurikulum dan berusaha semaksimal mungkin menerapkannya dalam kbm. 
Mapel ppkn sempat hilang tumbuh, hanya nama dan kontennya yg berbeda kemasan.
Jika gagal Pertaruhannya besar.

Design Ppkn yaitu : 4 elemen: pancasila, bhineka, nkri, uud 45. Yang lainnya seperti bu hetifa bilang, bahwa selain mereform kemdikbud jg profil pelajar indonesia yg berkarakter mulai paud-pt semua harus berorientasi pada nilai pancasila.

Pembelajaran reflektif deklaratif untuk pembelajaran karakter. Perlu experienced
Adapun Penguatan ppkn harus dikuatkan melalui pp 57. 

Pewarta : Alwi Sahlan, gardanews.my.id