Ticker

6/recent/ticker-posts

Politik Mencari Titik Temu Bukan Perbedaan|Mari Bangun Indonesia!

Kompassantri.online , Jakarta, Rabu, 23/12/2020. Pilpres Telah Berlalu, Sekarang bukan masanya lagi mengungkit ungkit dendam politik era pilpres. Sungguh fatsun politik yang elegan dan cantik sedang ditunjukkan para elit politik kita.
Mereka tidak lagi mempermasalahkan luka pilpres akibat kontestasi yang ketat. Perjuangan yang kompleks dan berdarah darah. Yang tinggal adalah sikap legowo, nerimo dan siap membangun, memimpin indonesia menuju indonesia emas. Sungguh ini sikap para negarawan sejati!  Inilah mereka para anak bangsa yang patut dicontoh dan ditiru oleh kita generasi muda bahkan para buzzer dan pengikut sekalipun. 

Baca juga : 

Hentikan omong kosong pertikaian dan perselisihan politik ngawurmu. Kami siap mendukungmu para pemimpin bangsa. Lupakan celaan dan hinaan kampanye lalu. Kita tentunya tidak ingin bangsa ini terbelah akibat perbedaan pilihan, berkacalah pada islam di timur tengah yang telah luluh lantak akibat tidak bisa mencari kata sepakat dan tidak dewasa dalam berkontestasi. Ini murni kontestasi demokrasi. Yang ditonjolkan adalah prestasi bukan frustasi. Lihatlah nasib para gelandangan politi itu. Mereka belum selesai dengan ego mereka..!  Kalau junjungan mereka saja sudah insap, lantas siapa yang mereka ikuti? Apakah setan ataukah thogut toghut psycho sosial? Walllahu Alam..

Padahal jagoan mereka sudah legowo dengan hasil demokrasi. Mereka memilih untuk mengedepankan hikmah kebijaksanaan. Tidak mau ribut memprovokasi apalagi tebar fitnah murahan..
 Kita di persimpangan. Bangsa ini tidak punya sejarah dendam kesumat yang berlarut larut. Bangsa ini telah terbiasa  dengan budaya ramah tamah, toleran dan tepo seliro. Bangsa yang teguh gemah  ripah lohjinawi Jangan terpengaruh oleh omongan sumbang pemecah belah pengadu domba. Tetap fokus dengan visi misi membangun indonesia. 

Mari kita cari titik temu, tinggalkan perbedaan.. Dengan hikmah kebijaksanaan kita bisa.. Damai indonesiaku..!! 

#Allen
penulis adalah pemerhati dan penggiat sosial budaya, pengajar di sejumlah lembaga dan yayasan, alumni pasca PPKn STKIP Arrahmaniyah Depok