Ticker

6/recent/ticker-posts

"Tadarus" Mencari Guru yang Benar!

Tadarus : Bergurulah pada Guru yang benar, hanya dengan itu kau dapat memahami kitab suci. Jangan asal pungut informasi. Saring dulu sebelum sharing
MENGKAJI HIKMAH LEWAT LIRIK LAGU BIMBO, Ada Anak Bertanya pada Bspaknya
source : gp record channel

Ada anak bertanya pada bapaknya
Buat apa berlapar-lapar puasa
Ada anak bertanya pada bapaknya
Tadarus tarawih apalah gunanya
Reff-Lapar mengajarmu rendah hati selalu
Tadarus artinya memahami kitab suci
Tarawih mendekatkan diri pada Ilahi
*Penulis lagu: Taufik Ismail


Lirik lagu di atas bermakna mendalam. Di mana seorang anak bertanya pada ayahnya tentang makna puasa-tadarus dan tarawih. Lirik lagu tadi sangat relevan untuk diajarkan pada anak anak didik kita generasi penerus bangsa, agar memahami dan mendalami makna puasa-tadarus-tarawih Setidaknya ada 3 hal yang harus dipahami. di antaranya yaitu, 

KEDUA : TADARUS ARTINYA MEMAHAMI KITAB SUCI
Selanjutnya si anak bertanya pada bapaknya, tadarus? Apa gunanya? Bukankah masih ada buku lain untuk dibaca? Jawabannya :
Tadarus artinya memahami kitab suci. Alquran itu bukan kitab suci biasa. Ia adalah firman Allah berisi pedoman bagi umat manusia. Ibarat ketika engkau membeli motor maka akan dilengkapi buku petunjuk berisi instruksi pedoman pemakaian dsb. Begitu pula alquran, ketka Allah menciptakan manusia, Dia menyertakan pula untuknya kitab suci sebagai pedoman yang jika engkau berpegang teguh padanya, takkan tersesat selamanya. 
Tadarus bukan hanya sekedar membaca tanpa makna, engkau harus memahami artinya dan kau bumikan dalam perbuatan dan perilaku. Ketika engkau memahami maknanya maka engkau harus jadikan ia sebagai pedoman, kapanpun, dimanapun itu. 
Tadarus itu memahami kitab suci, jangan kau salah memahami makna kitab suci secara parsial justru kau akan tersesat. Sebab itu belajarlah alquran pada guru yang benar. Ia ibarat bintang di malam hari, sebagai penunjuk jalan agar kau tak salah jalan. 
Salah jalan dan salah guru akan berakibat fatal. Betapa banyak orang yang hanya hafal alquran tapi tak dipahami maknanya dengan benar, namun di akhir hayat ia termasuk golongan celaka dan tersesat akibat salah berguru. Melalui gurunya itu diajarkan paham yang salah dan keliru tentang isi kitab suci,  yang intoleran dan anti kebhinekaan. 
 Ia menafsirkan kitab suci dengan hawa nafsunya, akhirnya mencelakakan orang lain. Contohnya dzul khuwaisyirah, Abdurahman bin Mulzam dari sekte khawarij nenek moyang para teroris. Orang celaka ini kelak yang membunuh Amirul Mukminin pemimpinnya orang beriman Ali bin Abi Thalib di mihrabnya ketika shalat pada 21 ramadhan. 

Coba lihat akibat salah guru, salah pemahaman bahkan mereka tega menumpahkan darah sepupu sekaligus menantu Nabi yang dijamin masuk surga..! Dari pintu mana mereka mau masuk surga? Kuncinya saja mereka rusak! 
  Bagi mereka, merekalah yang paling benar yang lain salah, kemudian menghalalkan segala cara. Inilah akibat salah guru salah-pemahaman. Pemahaman itu membuat mereka berpikiran picik, egois, angkuh, sehingga menyalahkan orang lain dan akhirnya berbuat kerusakan. Inilah sifat iblis, Nabi bersabda: "takkan masuk surga orang yang dalam hatinya ada sebesar biji atom kesombongan".

para teroris berguru pada guru yang salah

Bagaimana agar tidak terpengaruh ajakan 'guru yang salah'
Mereka salah pemahaman karena belajar dengan guru yang salah. Bagaimana agar kau tak terpengaruh ajaran dan pemahaman yang salah dan menyimpang? Maka dari sekarang kuatkan ideologi kebangsaan, mantapkan akidahmu !!

Pada hakikatnya mereka adalah golongan orang bodoh yang tidak sadar dengan kebodohan yang mereka perjuangkan. 
Jika kau tanamkan di benakmu pemahaman tentang islam yang rahmatan lil alamin engkau tidak akan mudah terprovokasi dan terbius racun pemahaman yang salah. 
 Waspada dengan jalan pintas menuju jihad!! Jihad yang memukul bukan merangkul, dakwah yang salah menghina bukan membina. Jika kau temukan guru atau murabbi yang mengajarkan mengejek, menghina, memojokkan, memukul, memprovokasi, membodohkan dan hal pejoratif lainnya meskipun ia memakai dalil agama, maka tinggalkanlah mereka, menjauhlah dari sumber fitnah.
Karena mereka termasuk Kategori orang yang membaca alquran tidak sampai kerongkongan(artinya tidak dipahami maknanya secara benar).  

 SEBAB GURU YANG BENAR DALAM DAKWAHNYA: "mengajak bukan mengejek, membina bukan menghina, menyejukkan bukan memojokkan, merangkul bukan memukul, argumentatif tidak provokatif, menasehati bukan mencaci maki, mencerdaskan bukan membodohkan."

Oleh karena itu membaca saja tidak cukup, 'kalian harus memaknai apa yang kau baca dengan benar" 'makna tadarus' artinya internalisasi nilai nilai alquran dengan terus meneladani akhlak rasulullah yaitu rahmat-penuh kasih dan toleran, yang merupakan manifestasi akhlak quran, para auliya shalihin, serta guru guru yang memiliki sanad yang jelas yang mengajarkan teks kitab suci dengan pemahaman yang benar bukan pemahaman yang melenceng, terdistorsi dan penuh manipulasi!

Bersambung...
#alwi sahlan   senin, Jkt, 3/5/21