Ticker

6/recent/ticker-posts

Kisah Ali Dan Fathimah : Jodoh Tak Akan Tertukar



Kisah Para Shahabat Rasulullah SAW banyak menyimpan Ibrah dan Tauladan.

Salah satu Kisah cinta dalam sejarah Islam yang mungkin bisa menjadi Ibrah dan Pelipur lara bagi orang-orang Galau yang sedang menanti jodoh adalah Kisah cinta Sayyiduna Ali bin Abi Thalib dan Sayyidah Fathimah Az-Zahra Putri Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam._

_Sayyidah Fathimah Az-Zahra adalah Putri Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam yang dikenal sebagai sosok yang sangat thaat kepada orang tuanya._ 

_Ketertarikan Ali bin Abi Thalib kepada Putri Rasulullah SAW tersebut bermula saat Sayyidah Fathimah dengan sigap membasuh dan mengobati luka parah Sang Ayah karena selesai berperang._

_Sejak saat itulah, Ali bin Abi Thalib menaruh rasa kepada Sayyidah Fathimah dan bertekad untuk melamar Putri Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam tersebut._

_Walaupun Ali bin Abi Thalib adalah seorang Shahabat Nabi dan juga sosok pahlawan, namun Beliau merupakan Pemuda yang miskin. Hidupnya dihabiskan untuk berdakwah di jalan Allah SWT._ 

_Oleh karena itu, Beliau kemudian bertekad untuk menabung supaya bisa membeli mahar untuk melamar Putri Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam yang ia cintai._

_Belum genap Ali bin Abi Thalib mengumpulkan modal untuk melamar, Beliau mendengar bahwa sahabat Nabi SAW yaitu Abu Bakar telah melamar Fathimah._

_Ali bin Abi Thalib pun merasakan kegalauan dan kesedihan di hatinya, karena wanita yang dicintainya akan dilamar oleh Shahabat Nabi Shollalloohu alayhi wa sallam yang lebih mulia._

_Ali bin Abi Thalib pun sadar, bahwa Abu Bakar mempunyai kualitas iman dan Islam yang lebih tinggi darinya._

_Akan tetapi kegalauan dan kesedihan itu berhenti sejenak, ketika Beliau mendengar bahwa lamaran Abu Bakar ditolak._

_Kegemberiaan tersebut ternyata tidak bertahan lama, karena setelah lamaran Abu Bakar ditolak. Sahabat Nabi SAW lainnya, yaitu Umar bin Khattab yang gagah dan perkasa juga ikut melamar Fathimah._
 
_Ali sadar bahwa Umar bin Khattab juga lebih baik darinya. Tapi takdir berkata lain, lamaran Umar bin Khattab juga ditolak._

_Ali bin Abi Thalib pun merasa gembira karena wanita yang dicintainya yaitu Fatimah Az-Zahra putri Rasulullah SAW belum jadi menikah. Namun, pada saat itu Ali bin Abi Thalib masih ragu untuk melamar Fatimah. Beliau sadar bahwa dia hanya seorang pemuda miskin. Bahkan harta yang dimilikinya pun hanya satu set baju besi beserta unta dan pedang yang biasa digunakan untuk perang, serta persediaan tepung kasar untuk makannya._

_Setelah mengetahui lamaran Abu Bakar dan Umar bin Khattab ditolak oleh Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam._

_Ali bin Abi Thalib curhat dengan Abu Bakar, Beliau mengatakan kepadanya: “Wahai Abu Bakar, Anda telah membuat hatiku goncang, padahal sebelumnya sangat tenang._

_Anda telah mengingatkan sesuatu yang sudah kulupakan. Demi Allah SWT, aku memang menghendaki Fatimah, tetapi yang menjadi penghalang satu-satunya bagiku adalah karena aku tidak mempunyai apa-apa._

_Mendengar hal tersebut, Abu Bakar terharu dan berkata kepada Ali bin Abi Thalib :_
_“Wahai Ali, janganlah engkau berkata seperti itu. Bagi Allah SWT dan Rasul-Nya, dunia dan seisinya hanyalah ibarat debu-debu bertaburan belaka.”_

_Selain mendapatkan semangat dari Abu Bakar, Ali bin Abi Thalib juga mendapatkan semangat  dari mantan budaknya yang memberinya kabar tentang lamaran Abu Bakar dan Umar bin Khattab kepada Fatimah._

_Sebagaimana dijelaskan dalam Sirah Nabawiyah Karya Ibnu Katsir, suatu ketika mantan budak tersebut memberi kabar kepada Ali bin Abi Thalib bahwa Fatimah telah dilamar, kemudian mantan budak tersebut berkata lagi kepada Ali:  “Kenapa kamu tidak segera datang kepada Rasulullah Saw untuk dinikahkan dengannya?”_

_“Aku tidak punya apa-apa,” jawab Ali. Mantan budak tersebut pun menimpali, “Kalau kamu datang kepada Rasulullah SAW, beliau akan menikahkanmu.”_

_Mendengar jawaban dari Abu Bakar dan mantan budaknya tersebut, kepercayaan diri Ali bin Abi Thalib muncul kembali. Dengan ragu-ragu, Ali bin Abi Thalib menghadap Rasulullah SAW._

_Ketika Ali bin Abi Thalib datang menemui Rasul, Ali pun ditanya maksud kedatangannya. Namun Ali tak berani menjawab._

_Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam pun memperjelas pertanyaannya, “Apakah kedatanganmu untuk melamar Fatimah?”_ 
_Ali kemudian menjawab, “Iya”._

_Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam  melanjutkan pertanyaannya. Ali ditanya perihal mahar untuk Fatimah. Ali tidak punya apa-apa kecuali Baju besi, Pedang dan Unta yang pernah Beliau berikan untuk peralatan perang._
 
_Karena Pedang dan Untanya masih dibutuhkan untuk berdakwah, maka Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam menyuruh Ali untuk menjadikan baju besinya sebagai Mahar._

_☪️ Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam mengatakan kepada Ali bahwa Beliau puas menerima seserahan darinya._ 

_Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam juga mengatakan kepada Ali supaya wajib bergembira, sebab Allah lah yang sebenarnya sudah lebih dulu menikahkan keduanya dilangit, sebelum menikahkan keduanya di bumi. Ali adalah jodoh yang telah disiapkan untuk Fathimah._

_Butuh bertahun-tahun Ali bin Abi Thalib untuk memantaskan diri menjadi suami Putri Rasulullah Shollalloohu alayhi wa sallam bahkan sudah pernah pasrah jika Fathimah menikah dengan orang lain dan bukan menjadi jodohnya. Namun itulah takdir Allah SWT, akhirnya Ali bin Abi Thalib menikah dengan Fathimah Az-Zahra yang dicintainya._

_Kita tidak akan tahu dengan siapa akan menjalani hidup suatu saat nanti._
  
_Karena jodoh, hanya Allah SWT yang tahu. Dan yang pasti jodoh adalah cerminan diri kita dan tidak akan pernah tertukar._

_Sebagaimana kisah cinta Ali bin Abi Thalib dan Fatimah yang sudah lama terjalin, namun harus melewati jalan yang begitu terjal._

_Selain itu, pelajaran lain yang bisa dipetik adalah keberanian untuk berterus terang: *Jika Sedang Mencintai Seseorang.*_

*🔶 والله اعلم بالصواب  ✨*